Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

QINARA WHITE & GLOW

Kulit putih, bersih, bersinar, dan halus merupakan keinginan semua perempuan. Banyak yang rela lakukan apa saja untuk tampil maksimal dengan kulit yang membanggakan. Tawaran produk kecantikan yang beragam pun semakin marak, hingga bingung harus memilih yang mana. Harga yang bersaing juga menjadi tolak ukur para kaum Hawa ketika memilih kosmetik. Tak sedikit yang lebih memilih harga murah dengan produk kosmetik yang cepat tunjukan hasil. Padahal, tidak semua produk kosmetik itu aman untuk dipakai. Semua harus lewati rangkaian proses uji klinis dan mendapat izin dari pemerintah. Salah satu produk kosmetik yang dapat menjadi rekomendasi bagi para perempuan yang ingin miliki kulit idaman adalah QINARA NATURAL COSMETIC . Produk dari Qinara ini telah memiliki izin BPOM dan terbukti dapat merawat serta mempercantik kulit para perempuan. Kulit wajah yang kasar, kusam, gelap, bintik hitam, kulit berkerut dan tampak lebih tua, selalu menjadi permasalahan bagi kaum perempuan. Pemiliha

WISATA HERITAGE PABRIK KINA BANDUNG

Pabrik Kina Bandung telah berdiri sejak tahun 1896. Pabrik ini merupakan tempat produksi obat-obatan yang kini lebih dikenal dengan nama Kimia Farma. Pabrik Kina terletak di Jl. Pajajaran No.42, Pasir Kaliki, Cicendo, memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi penduduk kota Bandung. Banyak cerita berkesan bagi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pabrik tua ini. Salah satunya adalah peluit yang akan berbunyi sangat nyaring pada saat tertentu. Peluit ini berbunyi sebanyak 4 kali sebagai tanda pada para karyawan ketika bekerja, yaitu waktu masuk, istirahat, masuk setelah istirahat, dan pulang. Dulu, masyarakat sekitar juga menggunakan peluit ini sebagai tanda untuk melakukan rutinitasnya. Begitu berkesan bunyi peluit ini, hingga masyarakat pun banyak yang menamakannya “Si Heong”. Si Heong, menara tinggi sabagai sumber suara nyaring tanda msuk para karyawan Kunjungan saya bersama komunitas Heritage Lovers ini, bertujuan untuk mengetahui sejarah Pabrik

GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM

Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya. Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang   sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage , Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya. Bangunan tua seperti gedung The Historich , rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih b

SARJANA TEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BANDUNG (STTB), SIAP BERSAING DALAM DUNIA KERJA

Wisuda XIII STTB (sumber foto: Rahmi Aulia Hidayat) Sabtu, 8 Desember 2018, menjadi hari bersejarah bagi 183 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Pada hari ini mereka yang terdiri dari 106 orang lulusan fakultas Teknik Industri dan 77 Teknik Infomatika berhasil melewati jenjang pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana. Acara wisuda yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink, Bandung. Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan khidmat dengan diawali Tari Jaipongan Makalangan yang dibawakan oleh mahasiswi STTB. Dilanjut dengan sambutan, prosesi pelantikan wisudawan, hingga acara penandatanganan MOU lakukan kerjasama dengan STTB.   Tari Jaipong Makalangan (sumber foto: Rahmi aulia Hidayat) Selayang Pandang Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Ketua STTB, Bapak Muchammad Na seer, S. Kom., M.T. menyampaikan dal am sambutannya, bahwa STTB berdiri pada tanggal 5 Oktober 1991 dengan Surat Keputusan Dirjen DIKTI No. 197/DIKTI/Kep/

GARA-GARA SEBLAK HARGA KENCUR JADI MAHAL?

“Habis... diborong sama Mama Dewi, Teh.” Hiiikks, harus keliling warung atuh kalau gini mah ^-^ Sepulang jalan pagi, sengaja mampir ke warung sayuran dekat rumah. Rencananya, hari ini ingin sekali makan dengan karedok. Itu loooh , makanan khas Sunda yang bahannya dari kacang panjang, timun, boleh juga ditambah dengan daun kemangi.   Nah , salah satu bumbu yang wajib dipakai adalah kencur. Tapi... setelah semua bahan tersedia, kencurnya malah nggak ada. Terpaksa mampir ke beberapa warung   menuju pulang ke rumah. Tapi dalam hati sih sudah bertekad kalau tidak dapat kencur mau tetap bikin karedok saja. Walaupun akan terasa kurang sedap, tapi sudah kepalang ngebet banget ingin makan karedok (xixi, kaya ngidam aja ya?) Alhamdulillah, ternyata di salah satu warung dapat juga si Rimpang Wangi ini. Dengan harga Rp5000,- saya hanya mendapat segenggam saja. Ibu di sebelah sempat komentar, "Mahal". Tapi karena memang butuh ya dibeli saja. Menurut keterangan Ibu war

MUSIM TANAM PADI

Pagi ini memutuskan untuk pergi jalan-jalan sekitar rumah. Otot badan yang mulai kaku dan beberapa bagian tubuh yang melar akhirnya menjadi alasan saya harus gerak (pengakuan diri, hehe). Setelah antar anak-anak sekolah, langsung pergi deh keliling kampung.                                            Suasana Kota Cimahi sudah banyak berubah. Dulu daerah Cimahi Utara ini banyak sekali ditemukan sawah dan kebun. Saat ini sudah sangat berkurang, mungkin karena banyak  pembangunan yang  terjadi. Tapi alhamdulillah masih ada sedikit tempat yang tampilkan kesegaran. Masih ada pemandangan sawah dan kebun. Pukul 06.30 saya start jalan dari rumah. Jalanan memang cukup ramai, kendaraan berlalu lalang. Tentu banyak orang yang akan berangkat kerja, sekolah atau menuju suatu tempat untuk memulai aktivitas. Walau sepanjang jalan harus agak mepet ke pinggir untuk menghindari kendaraan bermotor, coba dinikmati saja. Pemandangan menuju daerah Ciuyah  biasa saja. Sepanjang jalan hanya