Ibu-ibu Doyan Bisnis Bandung

Mantap sekali dengan tema ini. Kolaborasi dijadikan topik pembicaraan kegiatan kopdar komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB). Acara ini berlangsung di Kafe Papopups  Jl. Anggrek No.55, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114, pada tanggal 19 Desember 2019.

Awalnya ragu untuk hadir, karena usaha Nane Craft yang saya rintis belum seberapa. Tapi teringat pesan mentor saya Ummi Aleeya, “Kalau mau sukses, harus dekati dan belajar langsung dari orang yang sudah sukses”.

Ternyata benar saja. Enggak nyesel datang ke acara yang disponsosri oleh para pelaku bisnis yang tergabung daalam IIDB ini. Apalagi ada mentor kesayangan dari INDCRIPT CREATIVE, Indari Mastuti. Beliau selalu berhasil membuat suasana menjadi semangat dengan segala ilmu dan pengalaman bisnisnya yang segudang.


Rekrut Seribu Reseller dari Sosial Media
Indari Mastuti, Founder IIDB

Materi pertama yang diberikan oleh Teh Indari adalah bagaimana memperluas jaringan pemasaran dan mendongkrak penjualan dengan lakukan rekrut reseller

Penjualan memang menjadi masalah yang umum terjadi pada pebisnis pemula. Punya barang, enggak bisa jual. Punya reseller atau marketer tapi penjualan biasa-biasa saja.

Ya, masalah itu memang bukan rahasia lagi, dan inilah yang mengusik mentor dari banyak kelas bisnis ini membagikan tips untuk memperoleh reseller yang produktif.
  • Tentukan target reseller. Ketika ingin mendapatkan reseller, maka target kita pun harus logis. Sesuaikan dengan siapa diri kita dan kebutuhannya. Seorang ibu pebisnis, alangkah lebih baik memilih reseller yang miliki usia sama atau tidak jauh statusnya, yaitu ibu-ibu juga. Hal ini akan memudahkan untuk lakukan interaksi ketika lakukan bimbingan ataupun komunikasi terkait bisnis. 
  • Syarat reseller. Syarat yang diberikan akan menjadi acuan seseorang sebelum bergabung dengan tim reseller. Misal, perekrutan yang diberlakukan secara free, atau dengan membeli produk tertentu maka sudah tercatat menjadi anggota tim. Pemberian syarat ini harus konsisten agar tidak terjadi kerancuan aturan yang dibuat sejak awal. Kalaupun ingin ada penyesuaian, kita dapat membuatnya dalam sebuah momen tertentu. Misalnya, bebas biaya pendaftaran dalam rangka menyambut tahun baru. Hal ini akan menjadi daya tarik tertentu, tanpa harus menyalahi kesepakatan awal yag dibuat.
  • Menyediakan fasilitas. Memberikan banyak fasilitas untuk tim reseller dapat dialkaukan dengan memberi potongan harga, reward atau bonus lain yang diberlakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Mencari value dari setiap program dan menentukan fasilitas yang tepat akan membuat reseller termotivasi.

Pemberian materi oleh founder IIDB ini semakin hangat ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak peserta yang berkonsultasi terkait dengan kendala dan juga rasa ingin tahu yang besar terkait perekrutan reseller.

Benar-benar banyak hal yang didapat dari ucapannya Teteh. Terutama tentang bagaimana lakukan promosi dan teknik penjualan melalui dunia online. Bukan hanya kerja sendiri, tapi memang dibutuhkan kerjasama tim atau membina hubungan bisnis dengan pihak lain agar dapat mengembangkan bisnis yang ada.

JamaNow



Sebuah starup yang bergerak di bidang marketing turut hadir dalam acara kopdar ini, JamaNow.

Aplikasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller dari produk-produk pilihan yang hadir dalam marketplace-nya. Berbagai kemudahan diberikan agar para pengguna aplikasi merasa nyaman ketika melakukan transaksi, diantaranya:

  • Mendapat komisi 10-30% dari setiap produk yang dijual atau bahkan dibeli sendiri.
  • Tanpa modal. Ini pas sekali untuk yang buka usaha tapi minim modal. Tanpa biaya regstrasi atau menyediakan stok barang, kita sudah dapat berjualan.
  • Ada poin dan reward yang bisa jadi motivasi para pengguna aplikasi ini.
  • Mudah menjualnya, karena tersedia katalog yang bisa di-share ulang di semua media sosial.
  • Jasa pengiriman yang mudah, karena miliki ekspedisi khusus yang tersedia di beberapa daerah.
  • Aplikasi dirancang untuk memberi kemudahan penggunanya lakukan transaski, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.
  • Tersedia layanan customer service yang siap membantu terkait prosedur atau pertanyaan lainnya.
  • Layanan konsultasi. Ini diberikan untuk memberikan sharing gartis megenai bisnis online, marketing yang dilakukan melalui FB grup dan juga seminar khusus.
Pertemuan kali ini membawa oleh-oleh yang banyak, terutama soal semangat dan pandangan luas tentang bisnis.

Aaahh, semangat itu memang harus diciptakan dan bukan ditunggu terus tanpa lakukan sesuatu. Jadi, harus tetap semangat, kerja cerdas dan siap berkolaborasi dengan banyak pihak agar siap berkembang lebih baik lagi.


View Post


Keberadaan uang koin saat ini sangat sulit untuk dihargai. Selain nilainya yang semakin merosot, bentuk yang bulat dan bahan logam ini sering membuat orang malas untuk membawanya.

Beruntunglah jika masih ada yang mau menyimpannya. Entah dalam celengan atau mungkin saja terselip di saku tanpa sengaja.

Uang koin memang dirasa ribet, apalagi jika harus terdengar bunyi gemerincing. Belum lagi kalau sampai jatuh menggelinding di lantai dan berbunyi nyaring. Bukan hal mustahil, sang empunya akan tersenyum malu sambil menutup muka. Atau bahkan buang wajah sambil berlagak tak terjadi apa-apa.

Kejadian ini tentu tidak semua mengalami. Masih banyak orang yang menghargai uang koin. Mereka adalah orang yang memiliki pola pikir luas yang memandang bahwa hal besar terjadi karena hal kecil.

Ya, apalah artinya uang ratusan ribu atau bahkan jutaan jika saja kurang seratus rupiah saja?
Walau kenyataannya nilai tukar rupiah kurang berpihak pada si logam ini, tapi masih banyak transaksi yang dapat dilakukan dengan mata uang Indonesia ini.

Bayar toilet, parkiran, beli permen atau bahkan donasi di minimarket. Hal yang dianggap remeh ini enggak bisa dianggap receh. Untuk sebagian orang justru menjadi benda berharga yang dikumpulkan setiap kepingnya untuk kebutuhan hidup atau membiayai sesuatu.

Pada akhirnya kita hanya harus menyadari, bahwa si kecil gemerincing ini memiliki manfaat yang juga besar dalam nilai tukar rupiah di negeri Indonesia yang semakin merangkak naik.

Ya...merangkak naik karena tidak semua lapisan masyarakat bisa nikmati uang kertas berwarna biru ataupun merah setiap saat.

Salah satu alasan inilah juga yang menjadi alasan untuk saya membuat DoKoNe. Dompet kecil yang memang disiapkan untuk uang logam. Daripada menggelinding atau tergeletak dimana saja, mungkin akan lebih aman dan nyaman jika disimpan dengan baik.

Toh, jika suatu saat dibutuhkan, tak perlu repot mencarinya. Tinggal membuka DoKoNe, maka kita dapat menyimpan atau mengeluarkan uang koin. Tempatnya yang luas juga bisa muat untuk puluhan ribu keping seribu.

Hasil craft ini dibuat bukan hanya sekadar memenuhi imajinasi dan kreasi saja, namun juga memikirkan nilai fungsi yang maksimal bagi para pemakainya nanti.

DoKoNe yang pas dalam genggaman ini pastinya akan membuat mata orang tertarik, karena didesain dengan motif merenda yang unik disertai dengan hiasan minimalis yang imut.

Semoga, DoKoNe ini dapat mengingatkan kita untk menghargai setiap keping logam yang ada. Mengingat hal besar tak akan pernah miliki makna jika tak dimulai dengan hal kecil.

#DoKoNe
#Dompetrajut



View Post
Sumber: Pixabay

Pertengahan bulan Desember beberapa sekolah melakukan pembagian rapot semester 1. Banyak orang tua yang berharap cemas menanti saat ini. Mereka bertanya-tanya, bagaimanakah hasil belajar anak-anak selama 6 bulan terakhir ini?

Tidak jadi masalah jika pertanyaan itu bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan belajar anak di sekolah maupun di rumah. Mengukur keberhasilan kerjasama antara guru dan orang tua dalam membimbing anak belajar. Namun realita yang ada, tak jarang orang tua justru menjadikan momen ini sebagai masa penghakiman.

Walau mereka menyadari sikap ini tidak baik dan berdampak buruk pada psikologi anak, namun banyak sekali hal yang dianggap sepele justru dilakukan dan abai terhadap perasaan anak.
Jika dibiarkan berlarut, tak mustahil karakter lemah dan negatif akan singgah dan bersarang dalam diri anak.

Lalu langkah apa yang harus dilakukan untuk menyikapi hasil belajar anak nanti?
Berhenti membandingkan
Anak bukanlah manusia kecil yang tak miliki perasaan. Membandingkan prestasi hanya akan membuat anak merasa tidak dihargai, bahkan memupuk sikap tidak menghargai diri sendiri. 

Setiap anak miliki potensi dan kecerdasan berbeda satu dengan yang lainnya, sebagai pemberian dari Tuhan yang harus disyukuri. Menggali kelebihannya akan membuat orang tua sadari, bahwa tak ada hak untuk membandingkannya dengan siapapun juga.

Hargai setiap usahanya
Sesuai dengan tahapan perkembangan usianya, anak pasti memiliki kemampuan melakukan sesuatu, termasuk proses belajar. Ketika anak belum maksimal menguasai sebuah materi bisa jadi dia hanya membutuhkan waktu untuk mempelajarinya.

Beri waktu untuk berlatih dan tetap membimbingnya adalah langkah terbaik yang dapat dilakukan orang tua. Menghargai setiap usaha dan membuatnya semakin percaya diri dengan apa yang telah dilakukan.

Arahkan minat dan bakat
Saat ini telah banyak sekali pendidikan nonformal yang dapat diikuti sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat. Ketika orang tua menyadari bahwa setiap anak miliki potensi yang berbeda, maka mereka akan menggali potensi yang dimiliki anaknya.

Mencari bimbingan terbaik untuk memunculkan kepandaiannya pada bidang tertentu dan memfasilitasinya agar semakin terasah keterampilan khusus. Ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi anak untuk menjalani kehidupannya kelak. Keterampilan yang dimiliki akan membuat mereka mampu bersaing secara posistif di dunia luar.

Beri pujian yang wajar
Permasalahan yang timbul pada anak tidak semua bermula dari kekecewaan atau kegagalan. Ketika anak mendapat apresiasi berlebih karena prestasinya yang gemilang, ini juga miliki potensi munculnya karakter yang kurang baik.

Tetap memberi nasihat untuk tetap rendah hati dan terus belajar untuk mempertahankan dan menambah prestasinya. Hal ini akan membuat anak tetap mengingat bahwa keberhasilannya bukan hal untuk dibanggakan secara berlebihan, namun jadi cambuk untuk terus rajin belajar.

Terima apa adanya
Jika prestasi anak tidak sesuai dengan harapan, maka tugas orang tua adalah menerima apa adanya. Tentu hal ini bukan dalam opsi pasrah tanpa melakukan apapun. Tapi menyadari bahwa kemampuan anak saat ini adalah hanya sebatas itu.

Hal lain yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri tentang langkah yang telah ditempuh. Pasti ada hal yang masih bisa diperbaiki bersama. Orang tua hanya harus menurunkan ego dan mau bekerja lebih keras lagi agar anak mendapat kesempatan untuk memperbaikinya.

Menjadi orang tua memang tidak ada pendidikan secara khusus. Tapi dengan mau belajar dan memperbaiki kesalahan, tentu akan menjadi jalan untuk bisa naik kelas, yaitu menjadi orang tua yang bijak.

Jika tidak mau kenakan kacamata kuda, kenapa tidak ubah mindset jelang pembagian rapot nanti?

View Post
Patung R.A. Kartini

“Tempat MACAN TERNAK berkumpul.”

Kalimat itu pernah saya lontarkan dalam hati ketika lewati taman ini. Di jam sekolah, banyak sekali Mama Cantik Pengantar Anak (Macan Ternak) yang duduk berkumpul sambil berbagi cerita. Tempat yang cukup adem akan membuat nyaman para ibu ini untuk menunggu anaknya sekolah.

Banyaknya pedagang yang berjualan di sekitar taman juga membuat suasana taman semakin ramai dengan ragam kuliner yang dijajakan. Mulai dari makanan ringan hingga berat tersedia dengan harga yang tidak terlalu mahal. Pasti akan menambah hangat suasana obrolan sambil menikmati cemilan bersama (hehe, bisa bablas dengan program diet deehhh).

Taman Kartini ini terletak di kawasan Cimahi Selatan, tepatnya di simpang tiga lintas jalan Baros, jalan Dustira dan jalan Taman Kartini. Area publik yang kini sudah sedikit tertata menjadi salah satu tempat yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersantai bersama keluarga.

Beberapa penjual makann berada di sekitar taman
Ketika zaman sekolah dulu, setiap hari saya lewati taman ini. Tapi tidak pernah tertarik untuk masuk, karena sepi dan terlihat angker dengan pohon-pohonnya yang besar. Belum lagi rumah dinas Perwira TNI yang berada disekitar taman juga masih bernuansa bangunan Belanda. Imajinasi saya seringkali membayangkan yang seram dan horor tiap kali melintasinya (emang dasarnya penakut kali yaaa, hehe).

Tapi sekarang jauh berbeda, penataannya sudah sedikit lebih baik. Taman Kartini mulai dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang cukup banyak, toilet, batu untuk refleksi kaki, dan juga alat bermain untuk anak.

Batu untuk refleksi kaki
Fasilitas bermain untuk anak dapat menjadi media untuk melatih motorik kasar dan juga sosialisasi. Suasana gembira terlihat dari anak-anak yang sedang beraktivitas di area bermain. Disana terdapat luncuran, jungkitan, ayunan dan beberapa alat bermain lainnya yang dapat dinikmati secara gratis.

Area bermain anak
Ada juga sih masyarakat yang manfaatkan pengunjung anak kecil dengan membuka mainan sewa otopet atau kolam pancing ikan. Tapi harga sewa yang tidak terlalu mahal tentu akan sangat terjangkau oleh para pengunjung.

Begitu memasuki area taman, saya merasa sangat sejuk. Beberapa pohon karet hias yang besar akan langsung dapat kita lihat. Tanaman hias juga hadir mempercantik beberapa sapce tempat duduk, seperti bunga sepatu dan bunga terompet. Sedangkan pohon yang tumbuh diantaranya adalah pohon palem, angsana, mahoni dan beberapa pohon yang saya belum tahu namanya.

Banyak pohon besar yang berada di Taman Kartini
Taman Kartini ini memiliki luas 6500 meter persegi (0,65 ha). Hal inilah yang menjadi dasar Pemerintah Kota Cimahi menjadikannya sebagai Taman Kota. Karena menurut Peraturan Pemerintah Nomor 63 tahun 2002 pasal 8 ayat 2, syarat luas untuk membuat taman kota adalah sekitar 0,25 ha.  Selain berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau, taman ini juga berfungsi sebagai wisata heritage yang merupakan peninggalan zaman Belanda.

Pada zaman Belanda, taman ini diberi nama Taman Wilhelmina. Dia adalah Ratu Kerajaan Belanda pada zaman itu. Setelah Indonesia merdeka baru diganti namanya menjadi Taman Kartini.

Taman Kartini ini berada di area perkantoran dan markas militer yaitu PUSSEN ARMED, Sekolah Dasar, Taman Kanak-kanak, Gereja, komplek perumahan Perwira TNI, Rumah Sakit Dustira, Stasiun Cimahi, dan juga area pertokoan. Lokasi yang cukup ramai di jam kantor dan sering menjadi pusat kemacetan, terutama di pagi dan sore hari.
Pusat Kesenjataan Artileri Medan (PUSSEN ARMED)
Beberapa saat saya coba duduk dan nikmati kesejukan taman ditemani kucing liar yang banyak berkeliaran di sekitar taman. Terasa sekali suasana yang ceria ketika melihat anak-anak bermain sambil tertawa. Orang tua mereka juga asyik berbincang.


Menurut salah seorang pengunjung, di hari Minggu pagi, area taman ini banyak dikunjungi orang, terutama anak-anak. Ada satu komunitas literasi yang aktif menyelenggarakan kegiatan rutin mendongeng dan berbagi ilmu lainnya untuk anak-anak. Hhhmmm, semoga anti bisa berkunjung dan lihat kegiatan di hari Minggu.

Tapi sayang, masih ada satu spot yang menurut saya sangat memprihatinkan, yaitu kolamnya yang tidak terawat. Lumpur dan genangan air kotor tampak di dalam kolam, hal ini tentu membuat pemandangan yang kurang nyaman. Saya memperhatikan, ada aliran air dari selokan yang kotor dan tumpukan daun kering. Semua ini tentu akan mengundang nyamuk bersarang dan akan membahayakan bagi orang yang berada di sekitar taman itu.
Kolam yang tampak terbengkalai
Semoga taman yang bearda di bawah pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi ini dapat lebih baik dan semakin bersih lagi. Kelesatarian taman kota ini memang bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi peran masyarakat pun akan sangat berarti. Ikut menjaga kebersihan pada saat mengunjungi FASILITAS UMUM ini sangat penting, karena akan dapat melestarikan harta berharga dari sebuah kota.

Adakah taman kota di tempat Anda? Yuk berbagi cerita di kolom komentar...

#cimahi
#tamankota
#wisatakota
#tamanterbukahijau

Sumber tambahan: 
https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/planologi/article/download/1371/840


View Post
Satu pembuktian lagi, kalau menulis bisa berkolaborasi dengan keahlian lainnya. Santi Rosmala tunjukan bahwa menulis bisa ‘bersanding harmonis’ dengan profesinya sebagai seorang designer.

 Terbitnya Buku Menuju Bahtera Ikhlas pada Hari Kamis, 10 Januari 2019, menjadi momen istimewa bagi pemilik Gerai Rosmala ini. Buku yang ditulis dengan proses penuh perjuangan dan harapan ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi banyak orang dan tentunya menjadi awal untuk terus berkiprah dalam dunia penulisan.

 Acara launching Buku Perdana Santi Rosmala ini, berlangsung di The Palace National Jeweler Trans Studio Mall Bandung. Suasana hangat terasa saat acara berlangsung, karena dihadiri oleh kerabat dan sahabat terdekat.

Launching buku yang cukup unik, karena dipadupadankan dengan acara fashion show yang memperagakan koleksi terbaru Gerai Rosmala dan juga perhiasan dari The Palace Jeweler. Ini menjadi momen yang sangat menggiurkan, karena pakaian dan perhiasan merupakan hal yang identik dengan kaum Hawa.


MENUJU BAHTERA IKHLAS
Santi Rosmala, penulis buku Menuju BahteraIkhlas dan owner Rosmala Hijab Syar'i

Beberapa kali sempat melihat postingan status Santi Rosmala di Facebook, dan saya selalu tersentuh dengan setiap untaian kalimatnya yang penuh inspirasi. Banyak kata yang datang dari hati dan disampaikan dengan tulus. Ternyata, di tangan designer ini status dapat diubah menjadi sebuah naskah buku solo.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan proses yang panjang dan tentunya penuh dengan cerita yang menarik. Perjuangan yang tentu tidak mudah, dilakukan oleh beliau untuk mewujudkan sebuah mimpi. Ketika sebuah prestasi diawali mimpi, kita harus mau melihat bagaimana seseorang itu berusaha untuk mewujudkannya.

Momen mengharukan sempat terasa di acara launching buku solo ini, ketika Santi Rosmala menceritakan tentang jatuh bangunnya proses menulis dan menerbitkan buku ini. Semua dapat terlewati karena ada keinginan yang kuat serta dukungan dari banyak orang.

Beberapa orang yang disebut oleh Santi Rosmala memiliki peran penting dalam memberi motivasi untuk miliki buku solo. Ada Ummi Aleeya, selaku owner Joeragan Artikel dan Ibu Hirni Kifa Hafeza, Ketua IPEMI Bandung sekaligus founder Bisa Bicara Training dan Coaching, yang menjadi saksi perjuangannya wujudkan salah satu mimpi besar ini.

 Semoga buku Menuju Bahtera Ikhlas akan membawa manfaat bagi banyak orang. Isinya yang penuh dengan motivasi dan inspirasi dapat menjadi asupan energi positif bagi para pembacanya. Aamiin.


THE PALACE JEWELER
Salah satu koleksi The Palace National Jeweler

Salah satu brand terkenal dari perhiasan ini merupakan sponsor dari launching Buku Menuju Bahtera Ikhlas. Toko yang terletak di Trans Studio Mall Bandung ini memiliki koleksi yang sangat beragam dengan kualitas yang tentunya terbaik.

Koleksi yang dimiliki oleh The Palace Jeweler merupakan perhiasan dengan kadar emas yang sesuai standar internasional dan kualitas berlian yang sangat baik pula. Koleksi yang indah dan mewah tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para perempuan sebagai benda yang ingin dimiliki. Entah itu sebagai investasi ataupun sekadar untuk mempercantik penampilan.

Dalam acara ini ditampilkan beberapa koleksi andalan dari The Palace Jeweler. Para model memperagakan perhiasan seperti cincin, gelang dan kalung dengan menawan. Beberapa design perhiasan ini ada yang diciptakan oleh para designer hebat di Indonesia. Koleksi KEKASEH, merupakan rancangan dari maestro fashion Indonesia, Anne Avantie. Sedangkan koleksi NUSANTARA, merupakan karya dari Samuel Watimena yang terinspirasi dari siluet perhiasan tradisional dari Indonesia Bagian Barat, Timur, dan Tengah.

Toko The Palace Jeweler telah memiliki 60 cabang dan akan terus mengembangkannya ke seluruh bagian Nusantara. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat yang mau membeli dan berinvestasi emas dengan koleksi yang dimilikinya. Harga perhiasan telah disesuaikan dengan model, kadar emas, dan juga kriteria kualitas dari berliannya. Sehingga, pembeli dapat memilih perhiasan yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biaya yang dimiliki.

Tertarik untuk BEAUTY INVEST? Mungkin koleksi The Palace Jeweler dapat menjadi solusinya. 

Kunjungi dan follow akun instagram The Palace Jeweler, di @thepalace_id, untuk mengetahui koleksi cantik dari brand perhiasan ternama ini.

ROSMALA COMFORT SYAR’I
Tren Busana dan Hijab Rosmala Comfort Syar'i 2019
Serunya acara ini juga karena ada acara launching koleksi TREND BUSANA DAN HIJAB 2019 persembahan dari GERAI ROSMALA. Seperti telah diulas di awal tadi, bahwa Santi Rosmala ini merupakan seorang designer dan miliki bisnis di bidang fashion. Koleksi yang dihadirkan merupakan perpaduan antara warna hitam dan warna terang, dengan motif etnik. Pakaian ini menjadi terlihat sangat glamour ketika dikenakan oleh para model.

Sesuai dengan brand fashion ini, Rosmala Comfort Syar’i, koleksi 2019 yang ditampilkan juga ingin menghadirkan design yang memberi kenyamanan bagi para penggunanya. Bahan yang adem dan juga menutup aurat tentu akan menambah percaya diri dan kecantikan. Design cantik ini terinspirasi dari cover buku Menuju Bahtera Bahagia yang miliki warna emas, jingga dan hitam. Perpaduan warna yang terlihat sangat elegant.

Koleksi Gerai Rosmala ini tak hanya memberi kenyamanan, tetapi diharapkan penggunanya dapat melakukan aturan agama tentang berhijab untuk kaum Hawa. Acara launching buku MENUJU BAHTERA BAHAGIA bukan hanya kebahagiaan bagi penulisnya saja. Para sahabat yang hadir juga ikut merasakan bahagia dan bangga atas perolehan prestasi ini.

Bagi pembaca yang ingin tahu lebih banyak tentang koleksi Gerai Rosmala, dapat berkunjung ke Instagramnya di @rosmalasyari.

Semoga sukses dengan kegiatan menulis dan bisnis fashionnya, Santi Rosmala.

View Post