Langsung ke konten utama

KOMUNIKASI ASYIK DALAM KOMUNITAS

Satellite Ubud-Bandung~ Alumni Sekolah Perempuan~ Joeragan Artikel

Baru 11 bulan mulai melirik dunia menulis dengan serius. Awalnya hanya karena ingin manfaatkan waktu ketika diam di rumah. Walau hanya sebatas menulis diary, tapi toh akhirnya menikmati setiap proses terjun bebas dalam kegiatan literasi ini.

Bekerja sambil belajar pun dilakukan, karena bergabung dengan komunitas yang banyak sekali membidik soal literasi untuk kaum perempuan. Bertemu langsung dengan para mentor hebat yang tentu saja sudah berkompeten dalam dunia menulis, menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung.

Dalam beberapa bulan sudah terasa dampak yang luar biasa. Ilmu, pengalaman dan kesempatan semakin terbuka lebar karena “dipaksa” untuk melakukan interaksi dengan banyak orang.  Masuk ke dalam beberapa komunitas dan belajar berkomunikasi dengan orang-orang yang punya latar belakang berbeda.

Awalnya ragu, apakah bisa diterima dalam setiap komunitas yang saya masuki. Tapi alhamdulillah, kehadiran teman, sahabat, mentor dan banyak orang dalam berbagai bidang ternyata menumbuhkan motivasi bagi saya untuk lebih semangat belajar dan terus memperbaiki diri. Karena dalam sebuah komunitas kita mendapat ilmu dan pengalaman yang baru. Komunikasi online dan offline dapat kita lakukan untuk tetap menjaga silaturahmi dengan anggota komunitas lainnya.

Kunci dari hubungan dalam sebuah komunitas agar tetap harmonis itu antara lain:
1.       Saling menghormati
Sikap yang satu ini wajib dilakukan semua anggota. Menghargai setiap karakter dan latar belakang akan menjadi dasar utama kenyamanan ketika berinteraksi dalam komunitas.

Kunjungan SALT Indocompeten ke Sekolah Perempuan
2.       Menjaga nama baik komunitas
Ada hal yang harus dijadikan komitmen dalam sebuah komunitas, yaitu menjaga nama baik.  Komunitas kita akan dipandang positif jika para anggotanya dapat menunjukan sikap yang baik pula. Sehingga komunitas kita juga akan dapat menjadi inspirasi atau memberi manfaat bagi masyarakat luas karena nama baik yang disandangnya.
3.       Saling menolong
Memberi perhatian dan memberi bantuan pada teman tentu akan wujudkan lingkungan yang nyaman. Semua dapat saling memberi, menerima dan melengkapi dengan kesadaran sendiri dan rasa ikhlas. Kebersamaan seperti ini akan menambah kualitas hubungan pertemanan semakin erat.
4.       Lakukan percakapan sesuai konten
Salah satu kunci hubungan yang harmonis adalah komunikasi. Percakapan yang terjadi, baik itu ketika pertemuan offline atau online harus dapat memberi sesuatu yang berkesan. Mbeberapa cara yang dapat dilakukan diantanya dengan menyampaikan berita yang bermanfaat, memberi respon komentar yang sesuai konten, bahkan saling memberi motivasi.
5.       Buat program bersama
Menyusun kegiatan bersama akan jadi menyenangkan jika semua anggota komunitas aktif memberikan pendapatnya. Bukan hanya aktif pada saat membuat program saja, tapi semua harus dapat terlibat dalam setiap momen kegiatan yang telah disusun. Semua program tentu miliki tujuan memberi manfaat untuk anggotanya, sesuai dengan visi misi komunitas.
6.       Adakan kopdar
Kopdar merupakan saat yang selalu dinanti oleh setiap anggota komunitas. Semua dapat bertatap muka dan berkomunikasi langsung guna menambah keakraban yang selama ini hanya terjalin lewat media komunikasi saja. Tak jarang kesempatan ini dijadikan juga ajang untuk mengenalkan keluarga, sehingga hubungan erat akan dapat dirasakan juga oleh anggota keluarga kita.

Kopdar Alumni Sekolah Perempuan
7.       Membuat aturan bersama
Ketidaknyamanan biasanya muncul jika tidak ada aturan yang jelas dalam setiap komunitas. Oleh karena itu, membuat aturan akan menjadi koridor pembatas apa yang harus ditaati oleh setiap anggota. Menjaga komitmen pada aturan yang telah dibuat akan menanamkan kepercayaan antar anggota komunitas, tahu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Ini akan menjadi modal awal agar dapat terbentuk pertemanan yang solid.
8.       Ciptakan suasana terbuka
Terbuka terhadap setiap hal yang diperoleh selama berinteraksi dalam komunitas. Berpikir positif dan selalu menempatkan masalah secara proporsional. Hindari perdebatan yang akan mengarah pada konflik internal dengan menghargai setiap pendapat, ide dan berita yang diterima.

Perjalanan dalam setiap komunitas memang tak selamanya mulus. Tentu akan ada masalah, tantangan dan hambatan yang dialami. Kekompakan dan loyalitas setiap anggota akan nampak jika semua dapat dilewati dengan baik. Saling bersinergi dalam menampilkan sisi pribadi untuk tujuan bersama dapat menciptakan hubungan yang harmonis dalam sebuah komunitas.

Siap bergabung dengan sebuah komunitas?

Tetaplah menjadi diri sendiri dan selalu menghargai orang lain ^_^

Komentar

  1. Dunia menulis banyak membawa pengaruh positif buat aku pribadi. Dan betul banget berkomunitas itu membuat kita banyak belajar, salah satunya bagaimana menghargai orang lain.

    BalasHapus
  2. Bener sekali disaat kita bergabung komunitas positif maka kita tertular positif dan semoga kita bisa menyalurkan energi positif ke bnyak orang.. Amin...

    BalasHapus
  3. Benar sekali, banyak banget manfaat bergabung bersama komunitas. Bertemu dengan teman-teman se-frekuensi bikin kita tambah semangat dan bisa lebih produktif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan Mbak Haeriah adalah salah satu teman yang menginspirasiku untuk produktif menulis...^_^

      Hapus
  4. MasyAllah baru 2 bulan melirik dunia menulis. Tapi tulisannya kayak udah sering nulis bun. Semangattt terus ya. Semangat belajar dan berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inshaa Allah, saling beri motivasi ya Bun...

      Hapus
  5. Bergabung di komunitas yang memiliki ketertarikan di bidang yang sama, akan membuat kita termotivasi.
    Dan bagaimana menjaga komunikasi dalam komunitas, itu yang saya masih belajar sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuups, betul, karakter orang yang berbeda harus jadi bahan perhatian ketika bicara dan bersikap.

      Hapus
  6. Semenjak menikah dan punya anak, saya tidak terlalu intens bergabung dengan komunitas manapun. Alasannya klasik, ga punya waktu..wkwkwk.
    Semoga bisa lebih baik me manage waktu sehingga bisa bergabung dan aktif dalam komunitas lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixi, profesi sebagai Ibu lebih banyak sita perhatian ya Mbak? Dibikin asyik aja, yang penting bisa temenan sam abanyak orang ^_^

      Hapus
  7. Sama mba kayak aku. Kenal komunitas penulis bikin aku makin hepi dan nggak merasa sendirian. Saling mendukung dan menyemangati sesama perempuan hebat. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeeesss, pastinya bakalan sering intip cara Mbak Bety nulis di blog, hehe

      Hapus
  8. kok sama ya mbak, saya juga baru satu tahun terjun di dunia literasi, tapi manfaatnya luar biasa untuk saya, jadi banyak teman, nambah pengetahuan dan membunuh rasa bosan dengan rutinitas jadi IRT,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toooss, dari jauuuhh. Melarikan diri ke arah yang produktif ya kitaaa ^_^

      Hapus
  9. Saya sejak pensiun 10 th lalu, ketwmu komunitas IIDN & melahirkan 1 buku solo & lebih 30 buku antologi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, IIDN jadi komunitas yang keren banget. Berhasil ajak Ibu-ibu jadi produktif dengan menulis.

      Hapus
  10. Alhamdulillah, sejak dulu saya suka berkomunitas. Macem2 sih yg saya masuki karena memang ingin tahu dan mengenal banyak orang. Ada yg udah sy tinggalkan krn merasa visi misinya udah ga sesuai, trus mayoritas orangnya malah ga bikin atmosfer yg positif. Tetep berteman sih tapi sy udah ga diikat peraturan mereka lagi :) Nah, kalo komunitas menulis ini malah bikin saya hepi, banyak belajar, dan berusaha memahami org lain. Seneng, deh. Alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis memang bukan bicara tentang kita sendiri, tapi juga tentang orang banyak. Nice comment, tq Mbak...

      Hapus
  11. Nah ini dia sukanya berkomunitas salah satunya bsa saling tolong menolong dalam kebaikan. Misalnya di grup JA smua yang udah jago nulis gak pelit kasih ilmu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeett, Joeragan Artikel emang T.O.P ^_^

      Hapus
  12. setuju sekali, mbak. Saya juga tergabung dengan komunitas blogger, betul harus selalu jadi diri sendiri dan belajar menghargai orang lain. Karena dalam komunitas pasti kita akan menemukan berbagai macam orang dengan karakternya masing2 :)

    BalasHapus
  13. Setujuuu semuanyaaaa, dimana ada keterlibatan dan komitmen dari anggota didalamnya pasti komunitas awet.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Ending Film Train to Busan

Sumber: urbanasia.com Hidup memang penuh tantangan! Family time di waktu libur pun diakhiri dengan ajakan anak-anak untuk nonton film thriller. Awalnya sempat menolak, karena saya “malu” kalau lihat tokoh yang serem dan ada darah-darahnya gitu (hehe). Tapi demi menyenangkan mereka, akhirnya saya setuju menerima tantangan mereka. Train to Busan. Entah apa juga sebabnya mereka memilih film ini. Tapi kemungkinan besar karena mereka penggemar Gong Yoo. Artis yang cukup terkenal di kalangan anak muda penggemar drakor yang katanya super ganteng n cool. Gong Yoon berperan sebagai seorang ayah yang miliki anak perempuan, Kim Su An. Kesibukan ayahnya menyebabkan protes dari Kim Su An pada hari ulang tahunnya. Sehingga dia pun meminta untuk diantar ke rumah ibunya, karena Gong Yoon telah bercerai dengan istrinya. Perjalanan pun dilakukan dengan menggunakan kereta. Pada awalnya, Kim Su An telah merasakan ada hal aneh, tapi setiap kali dia mau bercerita pada ayahnya selalu di

GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM

Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya. Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang   sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage , Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya. Bangunan tua seperti gedung The Historich , rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih b

209 Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) Resmi di Wisuda

Sabtu, 11 Januari 2020, menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh para wisudawan dan juga keluarga. Perjuangan selama belajar di sekolah tinggi favorit di Bandung akan terbayar setelah melakukan pengukuhan pada hari ini. Acara Wisuda STTB tahun ini digelar di Harris Hotel & Conventions Hall  Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Rangkaian acara yang disusun dengan apik dan penuh khidmat berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.15 WIB. Seremoni acara dimulai dengan tarian selamat datang dari Unit Seni Tari STT Bandung. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T, selaku Ketua STT Bandung  membuka kegiatan dengan menyampaikan perkembangan dan berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa serta dosen selama tahun 2019. Jumlah Wisudawan dan Lulusan Terbaik Tahun 2020 Foto: Yoestin Secara terperinci, 209 wisudawan pada acara hari ini terbagi berdasarkan program studi: 1.    Teknik Industri berjumlah 113. 2. Teknik Informatika berjumlah 70 orang. 3. Desain Komun