Ibu-ibu Doyan Bisnis Bandung

Mantap sekali dengan tema ini. Kolaborasi dijadikan topik pembicaraan kegiatan kopdar komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB). Acara ini berlangsung di Kafe Papopups  Jl. Anggrek No.55, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114, pada tanggal 19 Desember 2019.

Awalnya ragu untuk hadir, karena usaha Nane Craft yang saya rintis belum seberapa. Tapi teringat pesan mentor saya Ummi Aleeya, “Kalau mau sukses, harus dekati dan belajar langsung dari orang yang sudah sukses”.

Ternyata benar saja. Enggak nyesel datang ke acara yang disponsosri oleh para pelaku bisnis yang tergabung daalam IIDB ini. Apalagi ada mentor kesayangan dari INDCRIPT CREATIVE, Indari Mastuti. Beliau selalu berhasil membuat suasana menjadi semangat dengan segala ilmu dan pengalaman bisnisnya yang segudang.


Rekrut Seribu Reseller dari Sosial Media
Indari Mastuti, Founder IIDB

Materi pertama yang diberikan oleh Teh Indari adalah bagaimana memperluas jaringan pemasaran dan mendongkrak penjualan dengan lakukan rekrut reseller

Penjualan memang menjadi masalah yang umum terjadi pada pebisnis pemula. Punya barang, enggak bisa jual. Punya reseller atau marketer tapi penjualan biasa-biasa saja.

Ya, masalah itu memang bukan rahasia lagi, dan inilah yang mengusik mentor dari banyak kelas bisnis ini membagikan tips untuk memperoleh reseller yang produktif.
  • Tentukan target reseller. Ketika ingin mendapatkan reseller, maka target kita pun harus logis. Sesuaikan dengan siapa diri kita dan kebutuhannya. Seorang ibu pebisnis, alangkah lebih baik memilih reseller yang miliki usia sama atau tidak jauh statusnya, yaitu ibu-ibu juga. Hal ini akan memudahkan untuk lakukan interaksi ketika lakukan bimbingan ataupun komunikasi terkait bisnis. 
  • Syarat reseller. Syarat yang diberikan akan menjadi acuan seseorang sebelum bergabung dengan tim reseller. Misal, perekrutan yang diberlakukan secara free, atau dengan membeli produk tertentu maka sudah tercatat menjadi anggota tim. Pemberian syarat ini harus konsisten agar tidak terjadi kerancuan aturan yang dibuat sejak awal. Kalaupun ingin ada penyesuaian, kita dapat membuatnya dalam sebuah momen tertentu. Misalnya, bebas biaya pendaftaran dalam rangka menyambut tahun baru. Hal ini akan menjadi daya tarik tertentu, tanpa harus menyalahi kesepakatan awal yag dibuat.
  • Menyediakan fasilitas. Memberikan banyak fasilitas untuk tim reseller dapat dialkaukan dengan memberi potongan harga, reward atau bonus lain yang diberlakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Mencari value dari setiap program dan menentukan fasilitas yang tepat akan membuat reseller termotivasi.

Pemberian materi oleh founder IIDB ini semakin hangat ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak peserta yang berkonsultasi terkait dengan kendala dan juga rasa ingin tahu yang besar terkait perekrutan reseller.

Benar-benar banyak hal yang didapat dari ucapannya Teteh. Terutama tentang bagaimana lakukan promosi dan teknik penjualan melalui dunia online. Bukan hanya kerja sendiri, tapi memang dibutuhkan kerjasama tim atau membina hubungan bisnis dengan pihak lain agar dapat mengembangkan bisnis yang ada.

JamaNow



Sebuah starup yang bergerak di bidang marketing turut hadir dalam acara kopdar ini, JamaNow.

Aplikasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller dari produk-produk pilihan yang hadir dalam marketplace-nya. Berbagai kemudahan diberikan agar para pengguna aplikasi merasa nyaman ketika melakukan transaksi, diantaranya:

  • Mendapat komisi 10-30% dari setiap produk yang dijual atau bahkan dibeli sendiri.
  • Tanpa modal. Ini pas sekali untuk yang buka usaha tapi minim modal. Tanpa biaya regstrasi atau menyediakan stok barang, kita sudah dapat berjualan.
  • Ada poin dan reward yang bisa jadi motivasi para pengguna aplikasi ini.
  • Mudah menjualnya, karena tersedia katalog yang bisa di-share ulang di semua media sosial.
  • Jasa pengiriman yang mudah, karena miliki ekspedisi khusus yang tersedia di beberapa daerah.
  • Aplikasi dirancang untuk memberi kemudahan penggunanya lakukan transaski, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.
  • Tersedia layanan customer service yang siap membantu terkait prosedur atau pertanyaan lainnya.
  • Layanan konsultasi. Ini diberikan untuk memberikan sharing gartis megenai bisnis online, marketing yang dilakukan melalui FB grup dan juga seminar khusus.
Pertemuan kali ini membawa oleh-oleh yang banyak, terutama soal semangat dan pandangan luas tentang bisnis.

Aaahh, semangat itu memang harus diciptakan dan bukan ditunggu terus tanpa lakukan sesuatu. Jadi, harus tetap semangat, kerja cerdas dan siap berkolaborasi dengan banyak pihak agar siap berkembang lebih baik lagi.


View Post


Keberadaan uang koin saat ini sangat sulit untuk dihargai. Selain nilainya yang semakin merosot, bentuk yang bulat dan bahan logam ini sering membuat orang malas untuk membawanya.

Beruntunglah jika masih ada yang mau menyimpannya. Entah dalam celengan atau mungkin saja terselip di saku tanpa sengaja.

Uang koin memang dirasa ribet, apalagi jika harus terdengar bunyi gemerincing. Belum lagi kalau sampai jatuh menggelinding di lantai dan berbunyi nyaring. Bukan hal mustahil, sang empunya akan tersenyum malu sambil menutup muka. Atau bahkan buang wajah sambil berlagak tak terjadi apa-apa.

Kejadian ini tentu tidak semua mengalami. Masih banyak orang yang menghargai uang koin. Mereka adalah orang yang memiliki pola pikir luas yang memandang bahwa hal besar terjadi karena hal kecil.

Ya, apalah artinya uang ratusan ribu atau bahkan jutaan jika saja kurang seratus rupiah saja?
Walau kenyataannya nilai tukar rupiah kurang berpihak pada si logam ini, tapi masih banyak transaksi yang dapat dilakukan dengan mata uang Indonesia ini.

Bayar toilet, parkiran, beli permen atau bahkan donasi di minimarket. Hal yang dianggap remeh ini enggak bisa dianggap receh. Untuk sebagian orang justru menjadi benda berharga yang dikumpulkan setiap kepingnya untuk kebutuhan hidup atau membiayai sesuatu.

Pada akhirnya kita hanya harus menyadari, bahwa si kecil gemerincing ini memiliki manfaat yang juga besar dalam nilai tukar rupiah di negeri Indonesia yang semakin merangkak naik.

Ya...merangkak naik karena tidak semua lapisan masyarakat bisa nikmati uang kertas berwarna biru ataupun merah setiap saat.

Salah satu alasan inilah juga yang menjadi alasan untuk saya membuat DoKoNe. Dompet kecil yang memang disiapkan untuk uang logam. Daripada menggelinding atau tergeletak dimana saja, mungkin akan lebih aman dan nyaman jika disimpan dengan baik.

Toh, jika suatu saat dibutuhkan, tak perlu repot mencarinya. Tinggal membuka DoKoNe, maka kita dapat menyimpan atau mengeluarkan uang koin. Tempatnya yang luas juga bisa muat untuk puluhan ribu keping seribu.

Hasil craft ini dibuat bukan hanya sekadar memenuhi imajinasi dan kreasi saja, namun juga memikirkan nilai fungsi yang maksimal bagi para pemakainya nanti.

DoKoNe yang pas dalam genggaman ini pastinya akan membuat mata orang tertarik, karena didesain dengan motif merenda yang unik disertai dengan hiasan minimalis yang imut.

Semoga, DoKoNe ini dapat mengingatkan kita untk menghargai setiap keping logam yang ada. Mengingat hal besar tak akan pernah miliki makna jika tak dimulai dengan hal kecil.

#DoKoNe
#Dompetrajut



View Post
Sumber: Pixabay

Pertengahan bulan Desember beberapa sekolah melakukan pembagian rapot semester 1. Banyak orang tua yang berharap cemas menanti saat ini. Mereka bertanya-tanya, bagaimanakah hasil belajar anak-anak selama 6 bulan terakhir ini?

Tidak jadi masalah jika pertanyaan itu bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan belajar anak di sekolah maupun di rumah. Mengukur keberhasilan kerjasama antara guru dan orang tua dalam membimbing anak belajar. Namun realita yang ada, tak jarang orang tua justru menjadikan momen ini sebagai masa penghakiman.

Walau mereka menyadari sikap ini tidak baik dan berdampak buruk pada psikologi anak, namun banyak sekali hal yang dianggap sepele justru dilakukan dan abai terhadap perasaan anak.
Jika dibiarkan berlarut, tak mustahil karakter lemah dan negatif akan singgah dan bersarang dalam diri anak.

Lalu langkah apa yang harus dilakukan untuk menyikapi hasil belajar anak nanti?
Berhenti membandingkan
Anak bukanlah manusia kecil yang tak miliki perasaan. Membandingkan prestasi hanya akan membuat anak merasa tidak dihargai, bahkan memupuk sikap tidak menghargai diri sendiri. 

Setiap anak miliki potensi dan kecerdasan berbeda satu dengan yang lainnya, sebagai pemberian dari Tuhan yang harus disyukuri. Menggali kelebihannya akan membuat orang tua sadari, bahwa tak ada hak untuk membandingkannya dengan siapapun juga.

Hargai setiap usahanya
Sesuai dengan tahapan perkembangan usianya, anak pasti memiliki kemampuan melakukan sesuatu, termasuk proses belajar. Ketika anak belum maksimal menguasai sebuah materi bisa jadi dia hanya membutuhkan waktu untuk mempelajarinya.

Beri waktu untuk berlatih dan tetap membimbingnya adalah langkah terbaik yang dapat dilakukan orang tua. Menghargai setiap usaha dan membuatnya semakin percaya diri dengan apa yang telah dilakukan.

Arahkan minat dan bakat
Saat ini telah banyak sekali pendidikan nonformal yang dapat diikuti sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat. Ketika orang tua menyadari bahwa setiap anak miliki potensi yang berbeda, maka mereka akan menggali potensi yang dimiliki anaknya.

Mencari bimbingan terbaik untuk memunculkan kepandaiannya pada bidang tertentu dan memfasilitasinya agar semakin terasah keterampilan khusus. Ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi anak untuk menjalani kehidupannya kelak. Keterampilan yang dimiliki akan membuat mereka mampu bersaing secara posistif di dunia luar.

Beri pujian yang wajar
Permasalahan yang timbul pada anak tidak semua bermula dari kekecewaan atau kegagalan. Ketika anak mendapat apresiasi berlebih karena prestasinya yang gemilang, ini juga miliki potensi munculnya karakter yang kurang baik.

Tetap memberi nasihat untuk tetap rendah hati dan terus belajar untuk mempertahankan dan menambah prestasinya. Hal ini akan membuat anak tetap mengingat bahwa keberhasilannya bukan hal untuk dibanggakan secara berlebihan, namun jadi cambuk untuk terus rajin belajar.

Terima apa adanya
Jika prestasi anak tidak sesuai dengan harapan, maka tugas orang tua adalah menerima apa adanya. Tentu hal ini bukan dalam opsi pasrah tanpa melakukan apapun. Tapi menyadari bahwa kemampuan anak saat ini adalah hanya sebatas itu.

Hal lain yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri tentang langkah yang telah ditempuh. Pasti ada hal yang masih bisa diperbaiki bersama. Orang tua hanya harus menurunkan ego dan mau bekerja lebih keras lagi agar anak mendapat kesempatan untuk memperbaikinya.

Menjadi orang tua memang tidak ada pendidikan secara khusus. Tapi dengan mau belajar dan memperbaiki kesalahan, tentu akan menjadi jalan untuk bisa naik kelas, yaitu menjadi orang tua yang bijak.

Jika tidak mau kenakan kacamata kuda, kenapa tidak ubah mindset jelang pembagian rapot nanti?

View Post