Langsung ke konten utama

Songsong Tahun 2020 dengan Lakukan Banyak Kolaborasi


Ibu-ibu Doyan Bisnis Bandung

Mantap sekali dengan tema ini. Kolaborasi dijadikan topik pembicaraan kegiatan kopdar komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB). Acara ini berlangsung di Kafe Papopups  Jl. Anggrek No.55, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114, pada tanggal 19 Desember 2019.

Awalnya ragu untuk hadir, karena usaha Nane Craft yang saya rintis belum seberapa. Tapi teringat pesan mentor saya Ummi Aleeya, “Kalau mau sukses, harus dekati dan belajar langsung dari orang yang sudah sukses”.

Ternyata benar saja. Enggak nyesel datang ke acara yang disponsosri oleh para pelaku bisnis yang tergabung daalam IIDB ini. Apalagi ada mentor kesayangan dari INDCRIPT CREATIVE, Indari Mastuti. Beliau selalu berhasil membuat suasana menjadi semangat dengan segala ilmu dan pengalaman bisnisnya yang segudang.


Rekrut Seribu Reseller dari Sosial Media
Indari Mastuti, Founder IIDB

Materi pertama yang diberikan oleh Teh Indari adalah bagaimana memperluas jaringan pemasaran dan mendongkrak penjualan dengan lakukan rekrut reseller

Penjualan memang menjadi masalah yang umum terjadi pada pebisnis pemula. Punya barang, enggak bisa jual. Punya reseller atau marketer tapi penjualan biasa-biasa saja.

Ya, masalah itu memang bukan rahasia lagi, dan inilah yang mengusik mentor dari banyak kelas bisnis ini membagikan tips untuk memperoleh reseller yang produktif.
  • Tentukan target reseller. Ketika ingin mendapatkan reseller, maka target kita pun harus logis. Sesuaikan dengan siapa diri kita dan kebutuhannya. Seorang ibu pebisnis, alangkah lebih baik memilih reseller yang miliki usia sama atau tidak jauh statusnya, yaitu ibu-ibu juga. Hal ini akan memudahkan untuk lakukan interaksi ketika lakukan bimbingan ataupun komunikasi terkait bisnis. 
  • Syarat reseller. Syarat yang diberikan akan menjadi acuan seseorang sebelum bergabung dengan tim reseller. Misal, perekrutan yang diberlakukan secara free, atau dengan membeli produk tertentu maka sudah tercatat menjadi anggota tim. Pemberian syarat ini harus konsisten agar tidak terjadi kerancuan aturan yang dibuat sejak awal. Kalaupun ingin ada penyesuaian, kita dapat membuatnya dalam sebuah momen tertentu. Misalnya, bebas biaya pendaftaran dalam rangka menyambut tahun baru. Hal ini akan menjadi daya tarik tertentu, tanpa harus menyalahi kesepakatan awal yag dibuat.
  • Menyediakan fasilitas. Memberikan banyak fasilitas untuk tim reseller dapat dialkaukan dengan memberi potongan harga, reward atau bonus lain yang diberlakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Mencari value dari setiap program dan menentukan fasilitas yang tepat akan membuat reseller termotivasi.

Pemberian materi oleh founder IIDB ini semakin hangat ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak peserta yang berkonsultasi terkait dengan kendala dan juga rasa ingin tahu yang besar terkait perekrutan reseller.

Benar-benar banyak hal yang didapat dari ucapannya Teteh. Terutama tentang bagaimana lakukan promosi dan teknik penjualan melalui dunia online. Bukan hanya kerja sendiri, tapi memang dibutuhkan kerjasama tim atau membina hubungan bisnis dengan pihak lain agar dapat mengembangkan bisnis yang ada.

JamaNow



Sebuah starup yang bergerak di bidang marketing turut hadir dalam acara kopdar ini, JamaNow.

Aplikasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller dari produk-produk pilihan yang hadir dalam marketplace-nya. Berbagai kemudahan diberikan agar para pengguna aplikasi merasa nyaman ketika melakukan transaksi, diantaranya:

  • Mendapat komisi 10-30% dari setiap produk yang dijual atau bahkan dibeli sendiri.
  • Tanpa modal. Ini pas sekali untuk yang buka usaha tapi minim modal. Tanpa biaya regstrasi atau menyediakan stok barang, kita sudah dapat berjualan.
  • Ada poin dan reward yang bisa jadi motivasi para pengguna aplikasi ini.
  • Mudah menjualnya, karena tersedia katalog yang bisa di-share ulang di semua media sosial.
  • Jasa pengiriman yang mudah, karena miliki ekspedisi khusus yang tersedia di beberapa daerah.
  • Aplikasi dirancang untuk memberi kemudahan penggunanya lakukan transaski, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.
  • Tersedia layanan customer service yang siap membantu terkait prosedur atau pertanyaan lainnya.
  • Layanan konsultasi. Ini diberikan untuk memberikan sharing gartis megenai bisnis online, marketing yang dilakukan melalui FB grup dan juga seminar khusus.
Pertemuan kali ini membawa oleh-oleh yang banyak, terutama soal semangat dan pandangan luas tentang bisnis.

Aaahh, semangat itu memang harus diciptakan dan bukan ditunggu terus tanpa lakukan sesuatu. Jadi, harus tetap semangat, kerja cerdas dan siap berkolaborasi dengan banyak pihak agar siap berkembang lebih baik lagi.


Komentar

  1. Wah seru sekali acaranya Mbak, bisa menambah ilmu tentang bisnis. Saya juga pelaku bisnis online selama hampir 5 tahun. Akhamdulillah sudah pernah merasakan suka duka jualan online. Sukses terus dengan bisnisnya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Mbak. Doa terbaik juga ya buat Mbak Ulfah dan bisnisnya😇😍

      Hapus
  2. MasyAllah Mba dari judulnya aja udah bagus dan acaranya pasti mengedukasi dan bergizi sekali ya. Walau bisnis ini belum jadi bidang saya, saya tahu ini banyak ilmunya dari apa yang mba tulis. Saya juga salut ama komunitas ibu-ibu doyan nulis karena bener-bener memberi manfaat buat emak-emak kayak kita ya biar makin pinter nulis dan makin pinter juga bisnisnya. MasyAllah apalagi Teh Indari udah banyak bisnisnya dimana-mana

    BalasHapus
  3. Acaranya seru banget. Kadang aku pengen juga belajar bisnis, tapi ngga tau harus mulai darimana dan ngga berani nawar2in barangnya. Hadeuh... Jadi stuck aja deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, memang untuk mengawali butuh nyali yang besar, ya, Mbak? Saya juga bismillah aja, semoga beejodoh dengan bisnis Craft ini😇

      Hapus
  4. Materinya apik banget. Mana jaman sekarang semua serba online ye kan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia... Makanya harus melek teknologi banget yaaa? Hehe, semoga Emak yang satu ini masih bisa kejar, deeh😁

      Hapus
  5. Pengen banget ikut acara seperti ini, abisnya ke depan rencana mau ikutan berbisnis juga. Hanya saja, saya belum tahu bisnis apa yang cocok untuk saya jalani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, memang betul suka bingung waktu memutuskan bisnis apa. Tapi saya lebih pilih sesuai hobi saja, karena sesuatu yang disukai biasanya lebih mudah dilakukan😇

      Hapus
  6. Tertarik pada point, rekrut seribu reseller dari sosial media. emak-emak yang berbisnis perlu banget ilmu ini nih, karena kadang udah dapet reseller bingung cara kelolanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia Mbak. Kemarin juga banyak yang tanya soal itu. Hehe, nanti deh saya coba tulis apa kata Teh Indari yaaa🤭

      Hapus
  7. Saya pernah ikut di acara IIDB Jatim Teh Ati.
    Sukanya acara seperti ini bikin kita makin semangat ya Teh.
    Rasanya tuh dah bnyak aja ide kita mo ngapain terkait bisnis.

    BalasHapus
  8. Wah bermanfaat banget info di acara kopdaran ya mba. Saya jadi tahu trik bagaimn mncari reseller yang bs membntu perluasan marketing produk. Mksh...

    BalasHapus
  9. Memang ya mbak jaman sekarang itu jika berbisnis sebaiknya sering kolaborasi untuk memperluas jaringan

    BalasHapus
  10. Ingin juga nih bisnis online dari rumah untuk menambah pendapatan bagi istri.

    BalasHapus
  11. wah,saya sempet salah fokus loh sama caption foto paling atas, kirain ibu2 doyan arisan. BTW, aplikasi jaman now ini sudah tersedia di Playstore ya ? atau untuk kalangan tertentu saja yang bisa mengakses ya ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Ending Film Train to Busan

Sumber: urbanasia.com Hidup memang penuh tantangan! Family time di waktu libur pun diakhiri dengan ajakan anak-anak untuk nonton film thriller. Awalnya sempat menolak, karena saya “malu” kalau lihat tokoh yang serem dan ada darah-darahnya gitu (hehe). Tapi demi menyenangkan mereka, akhirnya saya setuju menerima tantangan mereka. Train to Busan. Entah apa juga sebabnya mereka memilih film ini. Tapi kemungkinan besar karena mereka penggemar Gong Yoo. Artis yang cukup terkenal di kalangan anak muda penggemar drakor yang katanya super ganteng n cool. Gong Yoon berperan sebagai seorang ayah yang miliki anak perempuan, Kim Su An. Kesibukan ayahnya menyebabkan protes dari Kim Su An pada hari ulang tahunnya. Sehingga dia pun meminta untuk diantar ke rumah ibunya, karena Gong Yoon telah bercerai dengan istrinya. Perjalanan pun dilakukan dengan menggunakan kereta. Pada awalnya, Kim Su An telah merasakan ada hal aneh, tapi setiap kali dia mau bercerita pada ayahnya selalu di

GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM

Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya. Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang   sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage , Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya. Bangunan tua seperti gedung The Historich , rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih b

209 Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) Resmi di Wisuda

Sabtu, 11 Januari 2020, menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh para wisudawan dan juga keluarga. Perjuangan selama belajar di sekolah tinggi favorit di Bandung akan terbayar setelah melakukan pengukuhan pada hari ini. Acara Wisuda STTB tahun ini digelar di Harris Hotel & Conventions Hall  Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Rangkaian acara yang disusun dengan apik dan penuh khidmat berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.15 WIB. Seremoni acara dimulai dengan tarian selamat datang dari Unit Seni Tari STT Bandung. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T, selaku Ketua STT Bandung  membuka kegiatan dengan menyampaikan perkembangan dan berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa serta dosen selama tahun 2019. Jumlah Wisudawan dan Lulusan Terbaik Tahun 2020 Foto: Yoestin Secara terperinci, 209 wisudawan pada acara hari ini terbagi berdasarkan program studi: 1.    Teknik Industri berjumlah 113. 2. Teknik Informatika berjumlah 70 orang. 3. Desain Komun