Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Banyak Cinta Untuk Nane

Sikap manja hanya akan buat masalah di masa depan. Hal itu yang terlintas dalam benak. Mengurus dua anak kembar sendiri memang sebuah tantangan besar. Bukan hanya soal membesarkan, mengasuh dan mendidik, tapi ada tempaan mental juga yang harus dilalui. Banyak hal yang harus disikapi dengan dewasa setelah Nane lahir, terutama soal berhubungan dengan dua keluarga besar. Kehadiran anak-anak akan memberi warna baru dalam pernikahan. Kedua bocah kecil ini langsung menjadi pusat perhatian dan curahan kasih sayang. Semua anggota keluarga besar berlomba menunjukannya dengan sikap dan perilaku. Pemberian kasih sayang yang berlimpah ini memberi dampak positif dan negatif bagi Nane. Keluarga lain sering mengapresiasikan perhatiannya yang kadang berbeda dengan pola asuh yang diberikan. Memang tak ada yang salah, tapi jika hal ini tidak disikapi dengan baik maka akan memberi kebingungan pada anak dan berdampak yang kurang baik. Contoh pertama adalah soal gendongan. Mereka be

Mengubah Kebiasaan Baik Menjadi Lebih Baik Pada Anak

Foto: suara.com Wabah virus Corona yang terjadi saat ini memang membuat khawatir semua orang. Berbagai upaya dilakukan atas kesadaran sendiri untuk mencegah dan menjaga kesehatan agar tak terjangkit penyakit yang satu ini. Informasi yang beredar juga semakin beragam, dan semua harus disikapi dengan bijak. Himbauan pemerintah untuk melakukan isolasi diri pun keluar sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini. Memang tak semua dapat melakukannya dengan berbagai alasan, tapi semoga upaya lain dapat dilakukan, diantaranya yaitu mengubah kebiasaan baik menjadi lebih baik. Mengubah kebiasaan ini harus dilakukan oleh semua orang, termasuk anak-anak. Saat ini mereka sedang melakukan kegiatan belajar di rumah. Maka tugas orang tua harus dapat menyampaikan pada anak atas situasi dan kondisi Indonesia saat ini. Foto: elevania.co.id Memberi Pemahaman Pola pikir anak akan dipengaruhi oleh tumbuh kembang usianya. Saat orang tua menjelaskan tentang virus Co

Kalian Memang Keren!

Orang dewasa saja sulit mengubah kebiasaan yang sudah buat nyaman, apalagi anak kecil? PR besar buat saya adalah ketika melepas kebiasaan minum dot Nane. Banyak orang bercerita masa ini merupakan hal sulit. Sama halnya dengan melepas ASI, butuh usaha yang tepat dan hati-hati agar anak tidak merasa trauma. Beberapa kasus yang terjadi anak memang berhasil lepas dari ASI atau dot, tapi efeknya malah tidak mau minum susu. Ini terjadi karena ada trauma saat melepas anak minum ASI atau dot. Sehingga dalam benaknya susu adalah sesuatu yang tidak enak, dan akhirnya mogok minum susu lagi. Jelas hal ini tidak mau terjadi pada Nane. Saya hanya inginkan mereka berhenti minum susu menggunakan dot dan mulai minum menggunakan gelas. Saya mulai berpikir bagaimana cara yang tepat. Langkah pertama adalah dengan menyediakan gelas minum khusus bayi dengan berbagai bentuk dan gambar agar menarik. Lalu mulai membiasakan mereka untuk minum dengan menggunakannya saat siang. Sementara mal

Semua Tak Pernah Sama

Usia satu hingga dua tahun merupakan masa keajaiban bayi yang dapat dilihat secara nyata. Pertumbuhan mereka yang signifikan akan ditandai dengan berbagai kepandaian yang dapat dilakukan oleh bayi secara bertahap sesuai dengan perkembangan usianya. Bayi yang pada awalnya hanya bisa terbaring, maka seiring waktu akan dapat bergerak hingga berpindah tempat. Begitu juga dengan Nane, mereka menunjukkan perubahan yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Mulai dari duduk, merangkak, berdiri, merambat hingga berjalan. Kami menikmati proses perubahan itu dan selalu merasa terkagum dengan keajaiban semuanya. Kembar memang tak selalu sama, ini juga jelas terlihat dari setiap perkembangannya. Antara Ana dan Ane selalu ada selisih waktu dalam pencapaian kegiatan yang dilakukan. Padahal perlakuan yang diberikan pasti sama. Tapi inilah yang kembali membuktikan bahwa tak ada yang sama di dunia ini, bahkan kembar sekalipun. Saat itu Nane sedang tertidur pulas, saya menyempatkan diri unt

Kenapa Harus Instan Jika Bisa Alami?

Ngapain repot sih? Beli aja, lebih gampang. Iya benar, jika tidak mau ribet memang lebih baik cari yang praktis saja. Cara buat atau pakainya jauh lebih mudah, tempat belinya juga banyak. Tapi setiap orang pasti miliki prinsip yang berbeda. Selain mempertimbangkan kondisi keuangan, saya juga ingin berikan yang terbaik untuk Nane. Menurut saya, alami adalah yang terbaik. Saya lebih banyak memilih bahan atau peralatan yang alami. Untuk makanan saya pilih bahan dasar yang segar dan sedangkan untuk kebutuhan lain lebih menggunakan alat atau proses alami. Mulai dari popok, makanan dan beberapa hal lain terkait kegiatan saya membesarkan Nane, prosesnya lebih banyak manual dan sederhana. Sejak lahir, Nane tidak menggunakan pampers. Saya tetap menggunakan popok kain biasa. Walau repot dua kali lipat karena harus mencuci, menyetrika, atau bolak balik ganti popok tiap kali mereka buang air kecil atau besar, tapi saya merasa ini adalah yang terbaik. Popok kain biasa lebih aman

Ketika Semua Sakit

“Ini semua tuh karena asap obat nyamuk dan rokok!” Kalimat itu terlontar sebagai ungkapan kekesalan karena saat usia 6 bulan Nane terkena ISPA. Dokter mendeteksi adanya flek di paru-paru. Ini menjadi masalah serius dan juga kesedihan saat melihat mereka sakit untuk yang pertama kalinya. Sebenarnya ini bukan pertama kali Nane alami demam. Saat menginjak bulan kedua, Nane telah diimunisasi. Sudah hal yang lumrah jika selepas imunisasi kondisi anak menjadi kurang fit. Badannya akan terasa sakit dan demam. Nane memang tidak terlalu rewel, tapi tetap saja mereka butuh perhatian yang ekstra untuk menghadapi kondisi seperti ini.   Jadwal pemberian imunisasi pun harus diatur untuk mengantisipasi permasalahan ini. Dokter memberi saran untuk membuat jadwal imunisasi yang berselang satu pekan. Saya yang belum mengerti apa-apa coba ikuti petunjuk dokter. Caranya cukup efektif, saya tidak terlalu repot ketika menangani satu bayi yang sakit. Saya masih bisa membagi waktu dan pe