Langsung ke konten utama

Mengubah Traffic Media Sosial ala Indari Mastuti

Indari Mastuti. Dia adalah seorang tokoh perempuan yang aktif di dunia menulis dan bisnis. Kepiawaiannya menemukan formula-formula jitu untuk bisnis, telah terbukti membawa Indscript Creative, bisnis  Indari Mastuti, bertahan sejak tahun 2007.

Bulan Juni ini, Indari Mastuti kembali merancang kurikulum baru, yaitu mengubah traffic di media sosial. Kelas ini khusus untuk para perempuan pebisnis dengan nama Naikin Omzet di WhatsApp (NOW).

Para peserta akan dibimbing untuk dapat mengoptimalkan fitur WhatsApp saat mengembangkan bisnisnya. Dua cara yang dilakukan oleh Indari Mastuti adalah dengan mengkolaborasikan database di WhatsApp melalui akun bitly dan landing page Tribelio.

Sumber: Instagram @indarimastuti

Mengapa WhatsApp?

WhatsApp merupakan aplikasi yang sudah sangat umum digunakan dalam dunia komunikasi. Semua lapisan masyarakat menggunakan aplikasi ini untuk berbagai kepentingan. Para pebisnis pun dapat mengambil kesempatan ini untuk mengenalkan, menawarkan, dan menjual produk atau jasa yang dimilikinya.

Indari Mastuti melihat peluang ini dan mulai melakukan riset untuk bisnis penulisannya, Indscript Creative. Melalui pengelolaan database dan memanfaatkan fitur-fitur di WhatsApp, akhirnya dia berhasil membuat formula yang dapat diduplikasi dan disebarkan untuk pebisnis perempuan lainnya.

Dalam sesi sharing bersama Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB), Indari Mastuti mengajak anggota komunitasnya untuk ikut mengoptimalkan penggunaan bisnis dengan WhatsApp. Kegiatan yang dilakukan secara online ini, Indari Mastuti akan mengenalkan cara mengelola database di WhatsApp dan membuat konten-konten menarik.

“Sayang banget teman-teman tidak menggunakan WhatsApp untuk menaikkan omzet,” ujar Indari dilansir dari channel YouTube Rumah Teh Iin, Selasa 14 Juni 2022.

Sumber: Tangkap Layar YouTube Rumah Teh Iin

Kolaborasi Database WhatsApp dengan Landing Page

Indari Mastuti akan mengajak peserta untuk membuat akun bitly dan landing page Tribelio di kelas NOW. Akun bitly dan landing page ini akan menjadi ‘alat perang’ yang dibagikan kepada kontak yang ada di WhatsApp ataupun media sosial lainnya.

Landing page akan berfungsi sebagai etalase online yang bisa diakses oleh calon konsumen. Hal ini sangat membantu para pebisnis untuk mengenalkan profil dan layanan yang diberikannya.

Sedangkan akun bitly akan berguna untuk menghubungkan secara langsung antara calon konsumen dengan pemilik bisnis. Melalui WhatsApp, pemilik bisnis memiliki peluang untuk menjelaskan produk pilihan atau layanan yang dibutuhkan calon konsumen.

Baca juga: Mau Naikin Omzet di WhatsApp? Simak Rahasia Indari Mastuti

Kelompokkan Hot Prospect dan Cold Prospect Melalui Konten Menarik

Agar orang-orang dapat mengklik akun bitly dan landing page, maka dibutuhkan konten yang menarik. Oleh karena itu, dalam kelas NOW juga akan diajarkan tentang membuat konten yang menarik.

“Saya akan tutorial kontennya. Bagaimana kemudian orang mau masuk ke landing page, membaca lebih banyak tentang Anda, lalu kemudian dia chat Anda dan dia menjadi hot prospect,” kata Indari Mastuti.

Konten yang bikin gereget tapi tidak buat jengkel kontak WhatsApp pun akan diberikan. Melalui broadcast yang dilakukan secara bertahap, pemilik bisnis juga akan dapat mengelompokkan database berdasarkan jenisnya, cold prospect dan hot prospect.

Kedua jenis database ini tentu harus mendapat perlakuan yang berbeda. Hot prospect akan berisi orang-orang yang telah mengetahui produk atau jasa yang diberikan dan membutuhkan informasi terbaru.

Sedangkan untuk database cold prospect akan mendapat perlakuan yang lebih khusus. Kelompok ini membutuhkan pendekatan dan edukasi awal yang tidak buat mereka merasa terusik. Maka dari itu, pembuatan konten akan menjadi fokusnya.

Apakah Anda tertarik untuk mengubah traffic di media sosial ala Indari Mastuti? Jika ya, silakan hubungi kontak di bawah dan bergabung dengan kelas bisnis Indscript Creative, Naikin Omzet di WhatsApp (NOW).

Telp: (022) 88884949

Email: INDSCRIPT.CREATIVE@GMAIL.COM

Alamat: JL. PLN DALAM I NO.1/203D, MOH TOHA – BANDUNG 40255 Facebook: Indscript Creative

Instagram: @indscriptcreative

Website: www.indscriptcreative.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Ending Film Train to Busan

Sumber: urbanasia.com Hidup memang penuh tantangan! Family time di waktu libur pun diakhiri dengan ajakan anak-anak untuk nonton film thriller. Awalnya sempat menolak, karena saya “malu” kalau lihat tokoh yang serem dan ada darah-darahnya gitu (hehe). Tapi demi menyenangkan mereka, akhirnya saya setuju menerima tantangan mereka. Train to Busan. Entah apa juga sebabnya mereka memilih film ini. Tapi kemungkinan besar karena mereka penggemar Gong Yoo. Artis yang cukup terkenal di kalangan anak muda penggemar drakor yang katanya super ganteng n cool. Gong Yoon berperan sebagai seorang ayah yang miliki anak perempuan, Kim Su An. Kesibukan ayahnya menyebabkan protes dari Kim Su An pada hari ulang tahunnya. Sehingga dia pun meminta untuk diantar ke rumah ibunya, karena Gong Yoon telah bercerai dengan istrinya. Perjalanan pun dilakukan dengan menggunakan kereta. Pada awalnya, Kim Su An telah merasakan ada hal aneh, tapi setiap kali dia mau bercerita pada ayahnya selalu di

GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM

Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya. Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang   sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage , Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya. Bangunan tua seperti gedung The Historich , rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih b

209 Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) Resmi di Wisuda

Sabtu, 11 Januari 2020, menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh para wisudawan dan juga keluarga. Perjuangan selama belajar di sekolah tinggi favorit di Bandung akan terbayar setelah melakukan pengukuhan pada hari ini. Acara Wisuda STTB tahun ini digelar di Harris Hotel & Conventions Hall  Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Rangkaian acara yang disusun dengan apik dan penuh khidmat berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.15 WIB. Seremoni acara dimulai dengan tarian selamat datang dari Unit Seni Tari STT Bandung. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T, selaku Ketua STT Bandung  membuka kegiatan dengan menyampaikan perkembangan dan berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa serta dosen selama tahun 2019. Jumlah Wisudawan dan Lulusan Terbaik Tahun 2020 Foto: Yoestin Secara terperinci, 209 wisudawan pada acara hari ini terbagi berdasarkan program studi: 1.    Teknik Industri berjumlah 113. 2. Teknik Informatika berjumlah 70 orang. 3. Desain Komun