Langsung ke konten utama

Tips Menggunakan Modal Pinjaman dari PT BPR Mitra Parahyangan

PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mitra Parahyangan melakukan kolaborasi dengan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDB) asuhan Indari Mastuti. Kelompok yang berisi ibu-ibu pebisnis ini akan belajar tentang keuangan, khususnya mengenal lebih jauh tentang penggunaan modal usaha.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa banyak pelaku bisnis yang memulai usahanya dengan mengajukan modal pinjaman. Lalu bagaimanakah agar modal tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak menjadi bumerang pada peminjaman.


Sumber: Instagram @bprmitraparahyangan

Jangan Salah Gunakan Modal Pinjaman

Dalam sesi sharing yang dilakukan melalui ruang Zoom, Toni Muliadi, Direktur Utama PT BPR Mitra Parahyangan memberikan banyak insight terkait dengan dunia perkreditan. Ya, istilah kredit sepertinya memang tidak asing lagi untuk dunia bisnis.

Banyak pengusaha yang mengajukan pinjaman uang untuk menambah modal. Namun, alih-alih usaha berkembang, banyak juga usaha yang justru bangkrut karena terlilit utang. Ini sudah pasti ada yang keliru. Salah satunya adalah karena manajemen yang tidak benar. 

Oleh karena itu, salah satu prinsip utama yang harus diingat saat mengajukan pinjaman adalah menyiapkan pengelolaan yang baik dan benar agar tidak terjebak utang sendiri.

Bahkan, Toni Muliadi juga menyatakan jika pinjaman yang diperoleh harus menjadi yang produktif. Artinya, utang tersebut harus dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dengan maksimal. 


Sumber: Instagram @bprmitraparahyangan

Pendampingan Usaha UMKM

Sebagai salah satu pemberi kredit, PT BPR Mitra Parahyangan memiliki kepedulian atas penyalahgunaan modal pinjaman. Hal ini disampaikan oleh Mochammad Yadi Mulyadi, Direktur PT BPR Mitra Parahyangan, bahwa semua pengusaha UMKM yang mengajukan pinjaman akan mendapat pendampingan.

“Kami memiliki model, disebutnya model Manajemen Sederhana, diharapkan dengan mengikuti alur model itu terutama dari sisi alur keuangan ibu semua bisa sesuai dengan harapan,” ujar Yadi Mulyadi, dilansir dari channel YouTube Rumah Teh Iin, Rabu 15 Juni 2022.

Pendampingan yang dilakukan oleh salah satu Bank Perkreditan Rakyat ini bertujuan agar dana yang dicairkan akan menjadi utang produktif, sehingga dapat mengembangkan UMKM. 

Dengan model Manajemen Sederhana, PT BPR Mitra Parahyangan akan mengarahkan para kreditur untuk berperilaku disiplin. Salah satunya adalah memisahkan keuangan pribadi dan usaha. 


Sumber: Instagram @bprmitraparahyangan

Tips Menggunakan Modal Pinjaman

Indari Mastuti menyampaikan beberapa tips menggunakan modal pinjaman bagi para UMKM, yang dibuat oleh PT BPR Mitra Parahyangan.

Mengurangi pengeluaran emosional

Ada beberapa pengeluaran yang tidak penting karena hanya mengutamakan emosi saja. Misalnya menggunakan uang pinjaman modal untuk membeli barang pribadi seperti kendaraan. Padahal uang yang diterima seharusnya dapat dioptimalkan untuk aset perusahaan.

Meninjau transaksi secara teratur

Merapikan kembali manajemen keuangan sehingga alur kas perusahaan dapat terpantau perkembangannya. Jika ada kendala maka bisa segera ditangani sebelum menjadi masalah besar.

Menjual aset yang tidak digunakan

Mengeluarkan aset yang tidak penting dan mulai memaksimalkan sarana prasarana yang ada. Ini akan membantu perguliran kas perusahaan menjadi lebih sehat lagi.

Menggunakan metode menabung auto debet

Menabung menjadi salah satu cara mengamankan keuangan bisnis. Berapa pun profit yang diperoleh, pebisnis wajib menabung sebagai dana taktis. Mengenai jenis tabungan direkomendasikan auto debet agar lebih tersistem dengan baik.

Mulai berinvestasi

Pelaku UMKM pun harus mulai mau berinvestasi agar usahanya bisa berkembang.

Di akhir sharing, Yadi Mulyadi memberi saran kepada calon kreditur untuk pandai memilih badan pemberi modal. Syarat yang cukup penting untuk diperhatikan adalah permasalahan legalitas, pengawasan dari OJK, dan memiliki nilai lebih pada peminjam modal usaha.


PT BPR Mitra Parahyangan memiliki alamat di Jalan BKR NO.154A, Bandung, Jawa Barat, 40253.

No Telp: 022-5226212

No Fax: 022-5222471

Email: lilisusilo372@gmail.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Ending Film Train to Busan

Sumber: urbanasia.com Hidup memang penuh tantangan! Family time di waktu libur pun diakhiri dengan ajakan anak-anak untuk nonton film thriller. Awalnya sempat menolak, karena saya “malu” kalau lihat tokoh yang serem dan ada darah-darahnya gitu (hehe). Tapi demi menyenangkan mereka, akhirnya saya setuju menerima tantangan mereka. Train to Busan. Entah apa juga sebabnya mereka memilih film ini. Tapi kemungkinan besar karena mereka penggemar Gong Yoo. Artis yang cukup terkenal di kalangan anak muda penggemar drakor yang katanya super ganteng n cool. Gong Yoon berperan sebagai seorang ayah yang miliki anak perempuan, Kim Su An. Kesibukan ayahnya menyebabkan protes dari Kim Su An pada hari ulang tahunnya. Sehingga dia pun meminta untuk diantar ke rumah ibunya, karena Gong Yoon telah bercerai dengan istrinya. Perjalanan pun dilakukan dengan menggunakan kereta. Pada awalnya, Kim Su An telah merasakan ada hal aneh, tapi setiap kali dia mau bercerita pada ayahnya selalu di

GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM

Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya. Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang   sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage , Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya. Bangunan tua seperti gedung The Historich , rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih b

209 Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) Resmi di Wisuda

Sabtu, 11 Januari 2020, menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh para wisudawan dan juga keluarga. Perjuangan selama belajar di sekolah tinggi favorit di Bandung akan terbayar setelah melakukan pengukuhan pada hari ini. Acara Wisuda STTB tahun ini digelar di Harris Hotel & Conventions Hall  Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Rangkaian acara yang disusun dengan apik dan penuh khidmat berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.15 WIB. Seremoni acara dimulai dengan tarian selamat datang dari Unit Seni Tari STT Bandung. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T, selaku Ketua STT Bandung  membuka kegiatan dengan menyampaikan perkembangan dan berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa serta dosen selama tahun 2019. Jumlah Wisudawan dan Lulusan Terbaik Tahun 2020 Foto: Yoestin Secara terperinci, 209 wisudawan pada acara hari ini terbagi berdasarkan program studi: 1.    Teknik Industri berjumlah 113. 2. Teknik Informatika berjumlah 70 orang. 3. Desain Komun